Tadi gue buka Kaskus. Lagi iseng-iseng aja cari-cari yang aneh-aneh. Sampai mata gue berhenti pada tulisan "15 Fakta Hidup". Gue penasaran, maka gue klik thread tersebut. Dan gue kaget, isinya keren banget. Kayak gini:
Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia yang menyayangi Anda dan mau mati karena Anda.
Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini yang menyayangi Anda dalam beberapa cara.
Salah satu sebab seseorang membenci Anda adalah karena dia ingin menjadi seperti Anda.
Senyuman dari Anda akan membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaupun ia tidak menyukai Anda.
Setiap malam ada seseorang mengingat Anda sebelum ia tidur.
Tanpa Anda ketahui keberadaan anda amat bermakna dalam hidup seseorang.
Kalau bukan karena Anda,seseorang itu tidak akan hidup bahagia.
Tanpa Anda Sadari, Anda adalah seorang yang istimewa dan unik. Karena didunia ini tak ada satupun manusia yang sama persis satu dengan yang lainnya, meskipun mereka dilahirkan kembar
Seseorang yang Anda tidak ketahui menyayangi Anda.
Apabila Anda membuat kesalahan yang sangat besar, ada hikmah dibaliknya.
Sekiranya Anda merasa dipinggirkan, pikirkan dahulu; mungkin Anda yang meminggirkan mereka.
Apabila Anda berpikir tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang Anda ingini, mungkin Anda tidak akan memperolehnya, tetapi jika Anda percaya pada diri sendiri lambat laun Anda akan memperolehnya.
Pada saat Anda terpuruk, kenanglah segala pujian yang Anda terima. Lupakan segala caci maki, itulah kunci optimis
Jangan takut untuk meluapkan perasaan Anda; Anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.
Sekiranya Anda punya sahabat baik, ambillah waktu untuk memberitahunya bahwa dia adalah yang terbaik. Hanya semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk teman tetap paling setia. Walaupun punya harta yang banyak, teman tetap paling berharga.
Abis baca. Gue senyum-senyum najong, plus ke ge-er an sendiri. Dalem ati, gue terus mikir "anjing, keren. Ada seseorang yang nggak bisa ngelupain gue." pertanyaan itu gue ulang-ulang walaupun gue gatau apa artinya. Gue masih berpikir "siapa ya? apa orangnya gue kenal? pernah ketemu gue? pernah ngobrol ama gue? cowok? cewek?" beragam pertanyaan muncul di otak gue. Kalo orangnya temen-temen gue sih nggak apa-apa, keluarga juga nggak apa-apa. Yang gue takutkan cuma satu: apakah yang nggak bisa ngelupain gue adalah tukang ojek depan komplek? hm, jangan sampe deh. Amit-amit gue pacaran ama tukang ojek. Hiiii. Kalo gitu menurut gue, kemungkinan terbesar adalah keluarga. Gue pernah nonton Take Me Out pas lagi nemenin nyokap, disitu ceweknya bertanya "jika anda, ibu anda, dan saya terjebak di kapal yang akan tenggelam, siapa yang anda tolong terlebih dahulu?" semua cowok yang lampunya masih nyala jawab "ibu saya. Karena dialah yang membesarkan saya dari kecil." kalo gue jadi mereka, mungkin juga memberikan jawaban yang sama.
Lain ceritanya jika disuruh pilih pacar atau teman. Tentu saja gue bakalan milih temen gue daripada pacar gue sendiri. Karena selama ini gue selalu terbantu oleh teman-teman terdekat gue: Harits, Ershad, Ridho, Aria, Aqil, Jovan, terus anak-anak 8A, temen-temen komplek gue (Sorry yang nggak disebut). Oke, mereka lebih berharga daripada pacar gue (cailah bahasanya...) pasti karena mereka gue jadi berani pe-de-ka-te sama cewek. Karena mereka juga gue bisa jadi gaul. Karena mereka gue jadi apal jalan-jalan Jakarta. Karena mereka gue jadi tau tempat-tempat wisata. Karena mereka juga gue bisa bikin blog ini.
So, special thanks to: pembaca setia Purbababi, Harits, Ershad, Icham, Yura, Aria, Rivan, Alfath, Bagus, Evin, Ridho, Aqil, Jovan, Ardi, Alwan, Gustara, anggota Koplak FC, anak-anak cewek 8A (puyeng gue nyebutin satu-satu), dan anak-anak angkatan 17!
P.S.: Setelah post ini, mungkin gue bakal jarang nge-post lagi.
17 November 2009
04 November 2009
Kejadian-Kejadian Goblok di Sekolah
Gue punya buanyaaaak banget kejadian goblok pas sekolah, apalagi kalo temen-temen gue yang pendiem, kadang-kadang mereka memiliki rasa humor yang tidak disengaja, contohnya temen gue si Firman, waktu itu lagi istirahat, gue duduk di bangkunya Firman. Iseng-iseng, gue liat buku catatannya. Di halaman paling belakang, banyaaaak banget tulisan "Firman", tapi setelah dilihat-lihat lagi, Firman ini ga pinter nulis nama sendiri. Diantara tulisan "Firman" ini, ada tulisan "Firpi", "Firu", "Fira", dll. Gue curiga jangan-jangan dia nulis-nulis "Firman" buat latihan nulis nama sendiri.
Atau pas pelajaran IPS, temen gue si Fildza berulah lagi.
Guru: Jadi, contoh-contoh penyimpangan sosial itu adalah: pembunuhan!
Fildza: *diem*
Guru: Penculikan!
Fildza: *masih diem*
Guru: Perkelahian!
Fildza: *bengong*
Guru: Pemerkosaan!
Fildza: AWWW!!!
Guru: HEH FILDZA! KAMU UDAH PERNAH DI PERKOSA APA? PAKE TERIAK-TERIAK SEGALA!!
Waduh, jangan-jangan dibalik perutnya yang gendut itu tersimpan janin yang gajelas bapaknya siapa. Lalu, siapa yang bertanggung jawab? apakah Fildza akan melakukan aborsi? itulah rahasia Tuhan.
Kejadian yang masih anget, yaitu tadi pas pelajaran Agama. Kita disuruh bikin 30 biji soal dan jawaban sama sang guru. Kalo ga di D.O., tuh guru udah gue bekep pake kolornya Fildza terus gue lempar dari lante 4.
Gue: Ah, bingung gue nih bikin soal
Ridho: Ga usah susah-susah, lo tulis aja "Masjid itu apa?" atau "apa merk gitar yang pernah dipake Abu Bakar?" gampang kan?
Gue: ..............
Ridho: Atau lo cuma bikin 1 soal dan jawaban, ntar sisanya bonus!!
Gue: Ah geblek lu Dho!
Ada juga yang unik kayak si Aldi. Pas pelajaran KTK, disuruh bikin desain jam dinding. Gue bikin lambang tim futsal gue, Ridho bikin Manchester United, Widyan bikin velg Chevrolet.
Gue: Dho, liat nih, keren kan? angka 1,2,4,5,7,8,10,11 nya logo Nike, hahaha
Ridho: Ini gue gambar setannya pencot (beda sebelah). Liat deh tu palanya gedean yang kiri.
Gue: Hahahahaha, bikin setannya pake kaos MU dong!!
Ridho: Eh iya bener juga lu Ram! *terus langsung gambar*
Aldi: Ah!! gue gabisa ah!! nyerah gue!! bingung bikin apaan!!
Gue+Ridho: *Ngeliat gambar Aldi*
Ridho: Di..... LU GOBLOK BENER DAH, BELOM JUGA GAMBAR UDAH NYERAH.
Pas pelajaran selesai, gue sempet liat gambar Aldi yang akhirnya tergambar juga. Gue bingung, katanya gitar, tapi kok mirip buah pepaya pencot ya? tau ah.
Atau pas gue dan Yura nggak bawa sendal, si Yura pake kantong plastik dan dia sempet-sempetnya bikin iklan:
"tet tet teuw!, mau sepatu merk YD ini? harga murah, bisa dibeli dimana saja!". Lalu iklan itu gue sempurnakan menjadi: "tet tet teuw! anda kesulitan bermain futsal saat banjir? kami memiliki solusinya: Sepatu YD, terbuat dari bahan plastik pilihan, tahan air, dan tahan becek. Dengar apa kata om Ronaldo: My name is Cristiano Ronaldo and i'm use YD." Hm, kenapa diberi nama YD? ada kepanjangannya, tapi rahasia, hehe.
Atau pas pelajaran IPS, temen gue si Fildza berulah lagi.
Guru: Jadi, contoh-contoh penyimpangan sosial itu adalah: pembunuhan!
Fildza: *diem*
Guru: Penculikan!
Fildza: *masih diem*
Guru: Perkelahian!
Fildza: *bengong*
Guru: Pemerkosaan!
Fildza: AWWW!!!
Guru: HEH FILDZA! KAMU UDAH PERNAH DI PERKOSA APA? PAKE TERIAK-TERIAK SEGALA!!
Waduh, jangan-jangan dibalik perutnya yang gendut itu tersimpan janin yang gajelas bapaknya siapa. Lalu, siapa yang bertanggung jawab? apakah Fildza akan melakukan aborsi? itulah rahasia Tuhan.
Kejadian yang masih anget, yaitu tadi pas pelajaran Agama. Kita disuruh bikin 30 biji soal dan jawaban sama sang guru. Kalo ga di D.O., tuh guru udah gue bekep pake kolornya Fildza terus gue lempar dari lante 4.
Gue: Ah, bingung gue nih bikin soal
Ridho: Ga usah susah-susah, lo tulis aja "Masjid itu apa?" atau "apa merk gitar yang pernah dipake Abu Bakar?" gampang kan?
Gue: ..............
Ridho: Atau lo cuma bikin 1 soal dan jawaban, ntar sisanya bonus!!
Gue: Ah geblek lu Dho!
Ada juga yang unik kayak si Aldi. Pas pelajaran KTK, disuruh bikin desain jam dinding. Gue bikin lambang tim futsal gue, Ridho bikin Manchester United, Widyan bikin velg Chevrolet.
Gue: Dho, liat nih, keren kan? angka 1,2,4,5,7,8,10,11 nya logo Nike, hahaha
Ridho: Ini gue gambar setannya pencot (beda sebelah). Liat deh tu palanya gedean yang kiri.
Gue: Hahahahaha, bikin setannya pake kaos MU dong!!
Ridho: Eh iya bener juga lu Ram! *terus langsung gambar*
Aldi: Ah!! gue gabisa ah!! nyerah gue!! bingung bikin apaan!!
Gue+Ridho: *Ngeliat gambar Aldi*
Ridho: Di..... LU GOBLOK BENER DAH, BELOM JUGA GAMBAR UDAH NYERAH.
Pas pelajaran selesai, gue sempet liat gambar Aldi yang akhirnya tergambar juga. Gue bingung, katanya gitar, tapi kok mirip buah pepaya pencot ya? tau ah.
Atau pas gue dan Yura nggak bawa sendal, si Yura pake kantong plastik dan dia sempet-sempetnya bikin iklan:
"tet tet teuw!, mau sepatu merk YD ini? harga murah, bisa dibeli dimana saja!". Lalu iklan itu gue sempurnakan menjadi: "tet tet teuw! anda kesulitan bermain futsal saat banjir? kami memiliki solusinya: Sepatu YD, terbuat dari bahan plastik pilihan, tahan air, dan tahan becek. Dengar apa kata om Ronaldo: My name is Cristiano Ronaldo and i'm use YD." Hm, kenapa diberi nama YD? ada kepanjangannya, tapi rahasia, hehe.
03 November 2009
Wisata Kota Tua
Sebelumnya, website blog gue dari yang tadinya pecutiblis.blogspot.com gue rubah jadi zakkyramadhan.blogspot.com dengan judul:Purbababi, Lulur Mandi Yang Gambarnya Babi Purba.
Oke, kita lanjut ke topik.
Hari itu hari Sabtu, tanggal 31 Oktober 2009 pukul 9 pagi GMT+7 (terlalu detail deh kayaknya), gue udah janji sama yang lain mau pergi ke Kota Tua Jakarta, terus dilanjutkan dengan ke Monas. Jam 9 pagi alarm gue berbunyi, gue bangun, masih ngulet-ngulet, dan akhirnya gue baru mandi jam 10 pagi. Karena gue janjian di halte TransBintaro jam 10.30, maka gue harus cepet-cepet. Tapi, ujung-ujungnya gue juga baru berangkat jam 10.25. Gue jemput Ershad dulu di depan kompleknya, terus langsung cabut ke halte.
Sesampainya di halte, gue langsung beli tiket, terus karena masih ada waktu 15 menit, gue dan Ershad mau beli minum dulu. Udah muter-muter kayak orang bego, si tukang jual aer minum kaga keliatan batang idungnya. Karena takut tambah aus, gue dan Ershad langsung duduk di bus aja. Nggak berapa lama setelah itu, Harits udah dateng. Kabar terakhir tentang Harits (di MSN):
Rivan: Ram
Gue: Apa?
Rivan: Masa Harits gue panggil babi brengsek nyaut, hahahahahahahha
Gue: *ngakak*
Lanjut, setelah kita ber 3 udah dapet tempat duduk, bus pun mulai jalan. Alfath yang harusnya ikut bus ini kayaknya udah ketinggalan tau dimana. Di depan gedung Permata Bank Sektor 7 bus pun berhenti. Ada seseorang masuk, pake kaos Hard Rock Rio de Janeiro yang lingkar lehernya kayaknya udah melar. Setelah halo-haloan, ketawa-ketawaan, si Alfath pun duduk. Dia tiba-tiba langsung nyelonong kedepan, dan duduk diantara bapak-bapak. Gue perhantiin, yang sebelah kanan botak, yang sebelah kiri ketutupan gorden.
Kita pun sampe di Ratu Plaza, terus nyusul yang tim cewek di PS (Plaza Senayan lho bukan Pasar Senen). Kita ketemuan di The Foodhall, terus gue liat 6 biji anak cewek lagi ngerubutin kasir. Abis halo-haloan, ngobrol-ngobrol, kita langsung cabut ke halte Busway. Ternyata, selidik punya selidik, si anak-anak cewek itu beli berbagai macam snack, ada rumput laut, Taro snack, minuman, dll. Ini sebenernya mau jalan-jalan apa piknik? ah bodo, yang penting sekarang kita harus naik busway dulu. Setelah nunggu, sebuah bus dateng. Karena penuh, kita nunggu lagi, penuh lagi, nunggu lagi, gitu terus sampe 4 kali. Tadinya yang cewek udah takut kalo akhirnya bakal pisah bus, untungnya kaga.
Di dalem bus, sepanjang perjalanan kita ngatain Harits terus, sampe yang tadinya nggak pernah ngatain harits jadi ketagihan. Agak kasihan juga sih sama Harits, tapi 2 jam nggak ngatain Harits mulut rasanya udah gatel banget. Sampe akhirnya kita berhenti ngatain Harits di depan halte Harmoni. Gue liat halte Harmoni, belom berubah, masih penuh orang, sumpek, desak-desakan, dan toilet masih ada. Bus gue pun berangkat lagi.
Akhirnya, gue sampai di Kota Tua. Gedung pertama yang dikunjungi adalah: Museum Bank Mandiri. Abis foto-foto, muter-muter, dan guling-guling, kita cabut ke Museum Fatahillah. Naik bajaj 3 biji, 1 bajaj di isi 4 orang, bahkan ada yang 5 orang sampe pangku-pangkuan, dan bajaj gue paling lega, cuma ada gue dan Alfath doang. Sesampainya di Fatahillah, kita naik sepeda onthel, gue karena udah sering naek sepeda onthel di kampung gue, maka gue diem aja ngeliatin anak-anak kegirangan mau naik sepeda onthel. Karena 1 sepeda bisa buat 2 orang, maka kita goncengan, yang cowok ngegoncengin yang cewek, tapi ada 1 sepeda yang dinaikin cewek 2 biji. Gue paling enak, gonceng temen gue yang kecil parah, namanya Fheby. Harits menggonceng Nisa, Alfath menggonceng Dinda, dan Ershad menggonceng Nadya. Di tengah jalan, pas mau belok, si Ershad panik, sepedanya nggak bisa dibelokkin. Alhasil dia (dan Nadya) balik ke Museum Fatahillah. Terus yang lain ke PSK (Pelabuhan Sunda Kelapa), terus ke Museum Bahari. Disini Dinda jatoh, katanya sih gara-gara belom disuruh naik, dia udah main naik aja, alhasil sepeda naas itu roda depannya keangkat dan "brakk..!!" si Dinda jatoh kebelakang. Nggak cuma itu, dia juga diketawain satu kampung. Setelah itu, kita mau balik ke Fatahillah, karena kasian sama Ershad dan Nadya. Masalahnya, si Ershad bawa-bawa anak orang, kalo tau-tau Nadya dimakan singa gimana?? (lagian ngapain juga ada singa di Museum ya? ah kali-kali ada fosil singa yang bisa bergerak kayak di Night At The Museum). Di perjalanan pulang, gue sempet main-main.
Gue: Fath, Fath, liat gue nih...
Alfath: Apa?
Gue: Serong kanaaaaan, serong kiriiii, main serong wa a a a a a asyik *sambil belokin sepeda ke kanan dan kiri*
Anjing: *tiba-tiba* GUK!! GUK!! GUK!!
Nisa: WAA!!
Harits: Eh eheheheh..!!
"GUBRAK...!!!!", HARITS DAN NISA JATOH SAMPE NGESOT-NGESOT. Terus langsung ke pinggir jalan, sempet dimarahin juga sama si Tour Guide.
Lanjut, pas mau bayar, harusnya 1 sepeda yang bayar 2 orang, ternyata gue mendapat penumpang yang salah. Fheby cuma bawa 50 ribu. Kampret. Karena gue adalah orang yang dermawan, baik hati, dan berguna bagi nusa dan bangsa, maka Fheby nggak ikut patungan sama gue. Gue bayar full 100%.
Terus perjalanan dilanjutkan ke Monas dengan busway tersayang. Di Monas, kita nggak lama-lama, soalnya udah laper. Si Harits bisa aja lagi, nemuin rongga pager yang gede, alhasil kita semua 11 biji masuk lewat situ, nggak muter lewat I.R.T.I. Terus abis foto-foto depan Monas, kita jalan-jalan bentar, gue beli Pop Mie, Harits dan Icham ternyata... BELI BOLA-BOLAAN. Itu lho, bola yang buat anak balita. Lanjut, kita pun naik busway lagi ke PS terus makan.
Ershad: Tes, balapan makan yok!
Harits: Hm? ho oh.
Ershad: *makan dengan biadab*
Harits: *makan dengan biadab, tapi yang ini kayak babi stress belom makan 7 taun* nyam nyam... uhuk! uhuk! uhuoek! uhuk! uhuk! hoek! *keselek*
Dasar bego, lagian siapa suruh balapan makan. Dan yang lebih bego lagi, pas keselek orang-orang normal pasti bakal megang mulut, lha, kalo Harits? malah idung ama leher yang dipegangin.
Goblok Sejak Lahir.
Terus kita ngobrol-ngobrol gitu, agak berbau mistis.
Gue: Eh, lo pada tau ga buku bikinan gue?
Harits, Ershad, dan Alfath: Apa??
Gue: Pocong nyetir F-16!!
Icham (nyusul pas di Kota Tua): Ceritanya gimana Ram??
Gue: Jadi pas take off karena tangannya diiket, jadi ga bisa terbang. Akhirnya nabrak pohon belimbing pak RT.
Alfath: Goblok.
Obrolan pun belanjut sampe sekitar setengah jam.
Abis makan, yang cewek-cewek pada balik, terus kita masih muter-muter. Baru pulang jam 8 malem pake taksi. Terus pas lagi di taksi, Ershad nunjukkin foto jin, dan ternyata... KITA LAGI DI TANAH KUSIR. Buset, untung kaga diikutin. Gue pun turun di depan rumah dan taksi itu nganterin Ershad dan Harits.
Oke, kita lanjut ke topik.
Hari itu hari Sabtu, tanggal 31 Oktober 2009 pukul 9 pagi GMT+7 (terlalu detail deh kayaknya), gue udah janji sama yang lain mau pergi ke Kota Tua Jakarta, terus dilanjutkan dengan ke Monas. Jam 9 pagi alarm gue berbunyi, gue bangun, masih ngulet-ngulet, dan akhirnya gue baru mandi jam 10 pagi. Karena gue janjian di halte TransBintaro jam 10.30, maka gue harus cepet-cepet. Tapi, ujung-ujungnya gue juga baru berangkat jam 10.25. Gue jemput Ershad dulu di depan kompleknya, terus langsung cabut ke halte.
Sesampainya di halte, gue langsung beli tiket, terus karena masih ada waktu 15 menit, gue dan Ershad mau beli minum dulu. Udah muter-muter kayak orang bego, si tukang jual aer minum kaga keliatan batang idungnya. Karena takut tambah aus, gue dan Ershad langsung duduk di bus aja. Nggak berapa lama setelah itu, Harits udah dateng. Kabar terakhir tentang Harits (di MSN):
Rivan: Ram
Gue: Apa?
Rivan: Masa Harits gue panggil babi brengsek nyaut, hahahahahahahha
Gue: *ngakak*
Lanjut, setelah kita ber 3 udah dapet tempat duduk, bus pun mulai jalan. Alfath yang harusnya ikut bus ini kayaknya udah ketinggalan tau dimana. Di depan gedung Permata Bank Sektor 7 bus pun berhenti. Ada seseorang masuk, pake kaos Hard Rock Rio de Janeiro yang lingkar lehernya kayaknya udah melar. Setelah halo-haloan, ketawa-ketawaan, si Alfath pun duduk. Dia tiba-tiba langsung nyelonong kedepan, dan duduk diantara bapak-bapak. Gue perhantiin, yang sebelah kanan botak, yang sebelah kiri ketutupan gorden.
Kita pun sampe di Ratu Plaza, terus nyusul yang tim cewek di PS (Plaza Senayan lho bukan Pasar Senen). Kita ketemuan di The Foodhall, terus gue liat 6 biji anak cewek lagi ngerubutin kasir. Abis halo-haloan, ngobrol-ngobrol, kita langsung cabut ke halte Busway. Ternyata, selidik punya selidik, si anak-anak cewek itu beli berbagai macam snack, ada rumput laut, Taro snack, minuman, dll. Ini sebenernya mau jalan-jalan apa piknik? ah bodo, yang penting sekarang kita harus naik busway dulu. Setelah nunggu, sebuah bus dateng. Karena penuh, kita nunggu lagi, penuh lagi, nunggu lagi, gitu terus sampe 4 kali. Tadinya yang cewek udah takut kalo akhirnya bakal pisah bus, untungnya kaga.
Di dalem bus, sepanjang perjalanan kita ngatain Harits terus, sampe yang tadinya nggak pernah ngatain harits jadi ketagihan. Agak kasihan juga sih sama Harits, tapi 2 jam nggak ngatain Harits mulut rasanya udah gatel banget. Sampe akhirnya kita berhenti ngatain Harits di depan halte Harmoni. Gue liat halte Harmoni, belom berubah, masih penuh orang, sumpek, desak-desakan, dan toilet masih ada. Bus gue pun berangkat lagi.
Akhirnya, gue sampai di Kota Tua. Gedung pertama yang dikunjungi adalah: Museum Bank Mandiri. Abis foto-foto, muter-muter, dan guling-guling, kita cabut ke Museum Fatahillah. Naik bajaj 3 biji, 1 bajaj di isi 4 orang, bahkan ada yang 5 orang sampe pangku-pangkuan, dan bajaj gue paling lega, cuma ada gue dan Alfath doang. Sesampainya di Fatahillah, kita naik sepeda onthel, gue karena udah sering naek sepeda onthel di kampung gue, maka gue diem aja ngeliatin anak-anak kegirangan mau naik sepeda onthel. Karena 1 sepeda bisa buat 2 orang, maka kita goncengan, yang cowok ngegoncengin yang cewek, tapi ada 1 sepeda yang dinaikin cewek 2 biji. Gue paling enak, gonceng temen gue yang kecil parah, namanya Fheby. Harits menggonceng Nisa, Alfath menggonceng Dinda, dan Ershad menggonceng Nadya. Di tengah jalan, pas mau belok, si Ershad panik, sepedanya nggak bisa dibelokkin. Alhasil dia (dan Nadya) balik ke Museum Fatahillah. Terus yang lain ke PSK (Pelabuhan Sunda Kelapa), terus ke Museum Bahari. Disini Dinda jatoh, katanya sih gara-gara belom disuruh naik, dia udah main naik aja, alhasil sepeda naas itu roda depannya keangkat dan "brakk..!!" si Dinda jatoh kebelakang. Nggak cuma itu, dia juga diketawain satu kampung. Setelah itu, kita mau balik ke Fatahillah, karena kasian sama Ershad dan Nadya. Masalahnya, si Ershad bawa-bawa anak orang, kalo tau-tau Nadya dimakan singa gimana?? (lagian ngapain juga ada singa di Museum ya? ah kali-kali ada fosil singa yang bisa bergerak kayak di Night At The Museum). Di perjalanan pulang, gue sempet main-main.
Gue: Fath, Fath, liat gue nih...
Alfath: Apa?
Gue: Serong kanaaaaan, serong kiriiii, main serong wa a a a a a asyik *sambil belokin sepeda ke kanan dan kiri*
Anjing: *tiba-tiba* GUK!! GUK!! GUK!!
Nisa: WAA!!
Harits: Eh eheheheh..!!
"GUBRAK...!!!!", HARITS DAN NISA JATOH SAMPE NGESOT-NGESOT. Terus langsung ke pinggir jalan, sempet dimarahin juga sama si Tour Guide.
Lanjut, pas mau bayar, harusnya 1 sepeda yang bayar 2 orang, ternyata gue mendapat penumpang yang salah. Fheby cuma bawa 50 ribu. Kampret. Karena gue adalah orang yang dermawan, baik hati, dan berguna bagi nusa dan bangsa, maka Fheby nggak ikut patungan sama gue. Gue bayar full 100%.
Terus perjalanan dilanjutkan ke Monas dengan busway tersayang. Di Monas, kita nggak lama-lama, soalnya udah laper. Si Harits bisa aja lagi, nemuin rongga pager yang gede, alhasil kita semua 11 biji masuk lewat situ, nggak muter lewat I.R.T.I. Terus abis foto-foto depan Monas, kita jalan-jalan bentar, gue beli Pop Mie, Harits dan Icham ternyata... BELI BOLA-BOLAAN. Itu lho, bola yang buat anak balita. Lanjut, kita pun naik busway lagi ke PS terus makan.
Ershad: Tes, balapan makan yok!
Harits: Hm? ho oh.
Ershad: *makan dengan biadab*
Harits: *makan dengan biadab, tapi yang ini kayak babi stress belom makan 7 taun* nyam nyam... uhuk! uhuk! uhuoek! uhuk! uhuk! hoek! *keselek*
Dasar bego, lagian siapa suruh balapan makan. Dan yang lebih bego lagi, pas keselek orang-orang normal pasti bakal megang mulut, lha, kalo Harits? malah idung ama leher yang dipegangin.
Goblok Sejak Lahir.
Terus kita ngobrol-ngobrol gitu, agak berbau mistis.
Gue: Eh, lo pada tau ga buku bikinan gue?
Harits, Ershad, dan Alfath: Apa??
Gue: Pocong nyetir F-16!!
Icham (nyusul pas di Kota Tua): Ceritanya gimana Ram??
Gue: Jadi pas take off karena tangannya diiket, jadi ga bisa terbang. Akhirnya nabrak pohon belimbing pak RT.
Alfath: Goblok.
Obrolan pun belanjut sampe sekitar setengah jam.
Abis makan, yang cewek-cewek pada balik, terus kita masih muter-muter. Baru pulang jam 8 malem pake taksi. Terus pas lagi di taksi, Ershad nunjukkin foto jin, dan ternyata... KITA LAGI DI TANAH KUSIR. Buset, untung kaga diikutin. Gue pun turun di depan rumah dan taksi itu nganterin Ershad dan Harits.
Langganan:
Postingan (Atom)